Pada artikel terdahulu telah dibahas komponen aquaponik yang pertama harus dibangun yaitu fish tank dan juga SLO sebagai sistem plumbingnya. Pada artikel kali ini kita akan membahas sistem filter yang merupakan komponen penting dalam sistem aquaponik.

 

Fungsi Filter Dalam Sistem Aquaponik

Banyak orang mengatakan bahwa jantung dari sistem aquaponik adalah pada sistem filter. Dimana kotoran padat yang berasal dari kotoran ikan, sisa makanan atau lumut (algae) yang ada dalam air akan di saring untuk kemudian dibuang sehingga air terjaga kejernihannya. Selain itu proses nitrifikasi yang merubah kandungan amonia dirubah menjadi nitrit dan kemudian nitrat juga terjadi di sistem filter ini.
 
Ada 3 kategori untuk sistem filter yaitu mekanis, biologis dan kimia. Umumnya yang banyak digunakan oleh praktisi aquaponik hanya mekanis dan biologis. Secara singkat, filter mekanis berfungsi untuk menyaring kotoran padat yaitu dengan mengalirkan air melalui media sehingga kotoran padat tersebut akan terperangkap disana. Sementara filter biologis berfungsi untuk merubah kandungan amonia menjadi nitrit dan nitrat dengan bantuan bakteri-bakteri pengurai. Filter biologis sesungguhnya membangun “rumah” yang sehat bagi bakteri-bakteri tersebut agar mereka dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik sehingga proses nitrifikasi dapat berjalan sesuai harapan.
 
Pada artikel kali ini akan dibahas bagaimana cara membuat sistem filter mekanis dan biologis menggunakan ember plastik 25 Kg. Berikut ini langkah-langlahnya :

FILTER MEKANIS – Radial Flow Filter (RFF)

Filter mekanis seringkali dibuat beberapa tahap agar hasilnya efektif dan mudah dalam perawatan. Salah satu jenis filter mekanis yang sering digunakan oleh pelaku aquaponik sebagai tahap awal adalah Radial Flow Filter (RFF). Pada filter ini kotoran padat diendapkan didasar filter dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Berikut ini langkah-langkah pembuatan RFF.

Langkah 1 – Persiapkan Bahan

– Ember Plastik
– Pipa PVC (sesuai keinginan)
– Uniseal (sesuaikan dengan ukuran pipa yang akan digunakan)
– Check Valve (sesuai ukuran pipa yang digunakan)
 
 
 
 
 
 
 

Langkah 2 – Buat Lubang

      

Buat lubang untuk outlet, inlet dan drain pada posisinya yang diinginkan. Besarnya lubang sesuaikan dengan ukuran pipa yang akan digunakan. Kemudian pasang uniseal dan pipa PVC.


Langkah 3 – Setting Pipa & Check Valve

    
 
Setting pipa PVC pada bagian dalam ember. Arahkan pipa ke atas dengan menggunakan sambungan knee. Ketinggian pipa disesuaikan dengan ketinggian air yang diinginkan. Pasang check valve pada pipa pembuangan di bagian luar ember. 

Langkah 4 – Setting Pipa Pembatas

      
 
Buat pipa pembatas menggunakan pipa ukuran besar (disini digunakan pipa 5 Inch) potong pipa sesuai kebutuhan. Buat gantungan untuk menopang pipa.
Buat lubang sesuai ukuran pipa tersebut pada tutup ember.
Tempatkan pipa tepat di tengah  jalur pipa inlet.
 
Pembuatan Radial Flow Filter selesai.

FILTER MEKANIS 
Air yang telah di filter pada RFF tidak sepenuhnya bersih, untuk itu perlu dibuat filter tambahan untuk memastikan air benar-benar bersih. Pada filter ini digunakan media filter untuk “menangkap”  kotoran-kotoran yang masih tersisa. Berikut ini adalah langkah-langkah pembuatannya.
 
Ulangi Langkah 1 sampai Langkah 3 diatas.

Langkah 3 – Setting Pipa & Check Valve

Pengaturan pipa pada filter ini sedikit berbeda dengan RFF, dimana pada jalur inlet pipa diarahkan ke dasar atau ke samping dengan menggunakan sambungan knee, sementara pada jalur outlet pipa tetap diarahkan ke atas dengan ketinggian sesuai yang diinginkan.
 
 
 
 
 
 
 

Langkah 4 – Masukan Media Filter

Agar filter mekanis ini dapat berfungsi dengan baik maka perlu ditambahkan media filter. Banyak media yang dapat digunakan sebagai filter diantaranya japmat, bio blox, brush filter dan beberapa jenis batuan/ pasir. Pada gambar ini media filter yang digunakan adalah jaring ikan.
 
 
  
 
 
 
 
 

Langkah 5 – Sambungkan RFF dengan Filter Mekanis

 
Pada foto ini terlihat bagaimana menghubungkan RFF (kiri) dengan filter mekanis (kanan).
 
 
 
 
 
 
 

FILTER BIOLOGI

Cara membuat Filter Biologi (FB) sama persis dengan membuat Filter Mekanis. Yang membedakan adalah media yang digunakan. Pada filter biologis media yang banyak digunakan adalah kaldness, Bio-ball, batu apung, potongan sedotan, tutup botol, dll. Selain itu pada filter biologi perlu ditambahkan oksigen (aerasi) dengan menggunakan air stone yang dihubungkan ke pompa udara (aerator).

 

 

 


SUSUNAN LENGKAP FISH TANK & SISTEM FILTER
     
 
 
 
 
 
 
 
 
Pada gambar diatas ini diperlihatkan bagaimana koneksi antara fish tank dan sistem filter.
Outlet dari fish tank dihubungkan ke pipa inlet RFF, kemudian berturut-turut dari RFF dihubungkan ke FM dan ke FB.
Anda dapat menempatkan pompa pada filter biologi atau bisa menambahkan sump tank sebagai tempat penampungan terakhir dan menempatkan pompa disana.

Demikian Cara membuat sistem filter untuk sistem aquaponik. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu anda untuk mulai membangun sistem aquaponik.
 
Selamat membangun sistem aquaponik 
 
Untuk anda yang membutuhkan sistem filter siap pakai bisa hubungi kami di 0812-991-5599
 
 
 
Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *