Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai kriteria dan jenis-jenis fish tank yang dapat digunakan pada sistem aquaponik. Jika anda belum mengetahuinya silahkan membacanya disini. Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai sistem plumbing yang digunakan pada fish tank.

Setiap ikan yang kita pelihara dalam fish tank akan menghasilkan kotoran. Kotoran yang mengandung amoniak ini jika dibiarkan akan menumpuk didasar fish tank dan sebagian melayang-layang didalam air sehingga mengakibatkan air jadi terlihat keruh, selain itu kadar amoniak akan terus bertambah dan pada level tertentu bisa menjadi racun bagi ikan. Untuk itu kita harus sering membersihkan kotoran dan mengganti airnya agar tetap sehat dan jernih. Cara seperti ini tentu akan menghabiskan waktu dan tenaga serta menghamburkan air.

 

RAS

Aquaponik menerapkan RAS – Recirculating Aquaculture System untuk menjaga kualitas air tetap sehat. RAS adalah suatu proses water treatment yang terdiri dari rangkaian filter mekanis yang berfungsi untuk menyaring kotoran padat dan filter biologis yang berfungsi untuk mengurai kandungan amoniak menjadi nitrat yang aman bagi ikan. Dengan sistem resirkulasi ini maka air hanya akan berputar dalam sistem sehingga tidak ada yang terbuang.

SLO

Untuk menerapkan RAS pada sistem aquaponik diperlukan berbagai teknik plumbing. SLO adalah salah satu teknik plumbing yang paling banyak di gunakan oleh penggiat aquaponik. SLO atau Solids Lifting Overflow biasanya diterapkan pada fish tank yang berfungsi untuk menjaga ketinggian air tetap konstan dan mengeluarkan kotoran yang berada di dasar fish tank.

Cara kerja alat sederhana ini adalah dengan memanfaatkan tekanan air dan kemudian mengalirkannya keluar melalui pipa yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga kotoran yang ada didasar fish tank akan ikut tersedot keluar dan dialirkan ke sistem filter.

Ada dua jenis rancangan SLO yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan, yaitu SLO dengan outlet diatas dinding fish tank dan SLO yang outletnya berada di dasar fish tank. Keduanya menggunakan prinsip kerja yang sama.

                      

SLO Outlet Atas menggunakan pipa yang satu ujungnya diletakan ke dasar fish tank (jarak antara dasar fish tank dan ujung pipa sekitar 0,5-1 cm) sementara sisi satunya dihubungkan dengan sambungan Tee. Bagian Tee yang membentuk sudut tegak lurus dengan pipa dihubungkan ke outlet yang posisinya diatur sesuai ketinggian air yang diinginkan. Bagian Tee lainnya menghadap ke atas dan dibiarkan terbuka untuk menghindari efek siphon (vacum).

Sedangkan SLO Outlet Bawah posisi outlet berada didasar fish tank dan dihubungkan dengan stand pipe secara vertikal. Ketinggian stand pipe diatur sesuai ketinggian permukaan air yang diinginkan. Stand pipe ini kemudian di cover dengan pipa yang ukuranya lebih besar (diameternya 2 kali ukuran stand pipe) yang tingginya melebihi tinggi permukaan air. Pada bagian dasar dibuat beberapa lubang atau celah untuk masuknya air dan kotoran padat.

                              

Untuk memperoleh hasil yang efektif dalam sistem re-sirkulasi ini maka pergantian air dalam fish tank disarankan minimal 1 kali volume air setiap satu jam. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatur suplai air yang masuk kedalam fish tank dan tentunya pompa yang digunakan kapasitasnya harus dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Selain itu ukuran pipa outlet akan mempengaruhi debit air yang keluar. Jadi pastikan menggunakan ukuran pipa yang tepat sesuai debit air yang diinginkan.

Berikut ini adalah tabel perbandingan ukuran pipa dengan debit air yang bisa dijadikan sebagai referensi. Nilai tersebut tidak sepenuhnya tepat karena banyak faktor yang bisa mempengaruhi, misalnya sudut elevasi/ kemiringan pipa yang terpasang dan beberapa faktor lainnya.

 

Diameter Pipa Debit Air Diameter Pipa Debit Air
1” 900 L/Jam 2 ½” 8,460 L/Jam
1 ¼” 1,620 L/Jam 3” 13,644 L/Jam
1 ½” 2,916 L/jam 4” 23,148 L/Jam
2” 5,328 L/Jam

 

Dengan menggunakan teknik SLO ini maka kita tidak perlu bersusah payah membersihkan kotoran atau menguras air dalam fish tank. Semua dilakukan secara otomatis oleh alat sederhana bernama SLO ini.

Semoga bermanfaat dan selamat beraquaponik…

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *