Ada banyak metode yang dapat diterapkan pada sistem aquaponik namun tiga metode utama yang sering digunakan adalah Floating Raft, NFT dan Media Filled Bed. Ketiga metode ini merupakan rancangan sistem pada hidroponik yang digabungkan dengan ikan dan sistem filtrasi.

Floating Raft / Rakit Apung

nelsonandpade05

Pada sistem Floating Raft atau rakit apung (biasa juga disebut float, deep channel, deep flow) tanaman dalam netpot dimasukan kedalam lubang pada polystyrene board (sterefoam) yang mengapung diatas air. Seringnya ini dibuat terpisah dengan Fish Tank. Air mengalir terus menerus dari fish tank melewati sistem filtrasi, kemudian ke raft tank yang merupakan tempat tanam dan kembali lagi ke fish tank.

Bakteri menguntungkan hidup didalam raft tank dan seluruh sistem. Volume air yang banyak di raft tank menyediakan buffer untuk ikan, mengurangi stres dan potensi masalah kualitas air. Ini adalah salah satu kelebihan sistem raft.

Pada sistem komersial, raft tank dapat mencakup area yang luas dengan memanfaatkan lantai green house secara maksimal. Penyemaian dan penanaman tanaman mulai dilakukan pada salah satu sisi ujungnya kemudian seiring waktu rakit di dorong diatas permukaan air dan tanaman yang sudah dewasa akan berada pada ujung lainnya dan siap dipanen. Saat tanaman pada rakit selesai dipanen maka dapat dilakukan penyemaian atau penanaman kembali pada rakit tersebut dan kembali lagi ditempatkan pada sisi ujung awal. Mengoptimalkan pemanfaatan lahan sangat penting dalam pengaturan green house skala komersial.


NFT

6-1200dNFT (Nutrient Film Technique) adalah sebuah metode dimana tanaman ditanam pada kanal saluran sempit yang panjang (pipa atau talang). Aliran air yang tipis mengalir secara terus menerus pada tiap kanal untuk menyediakan air, nutrisi dan oksigen bagi akar tanaman. Seperti pada system raft, air mengalir terus dari fish tank, melewati system filtrasi kemudian ke kanal NFT dimana tanaman tumbuh dan kembali ke fish tank. Dalam sistem NFT dibutuhkan komponen bio-filter yang terpisah karena jumlah air dan permukaan sangat sedikit bagi bakteri menguntungkan untuk tempat tinggalnya. Sistem NFT memperlihatkan potensi namun ruang yang sempit pada kanal NFT ini seringkali menyebabkan saluran tersumbat.


Media-filled bed

media-bedSistem media-filled bed menggunakan tanki atau container sebagai wadah tanaman yang diisi dengan kerikil, perlite atau media lainnya. wadah ini secara berkala digenangi air dari fish tank. Kemudian air akan dikuras dan dikembalikan ke fish tank (pasang-surut). Semua limbah termasuk padatan akan diurai pada wadah tanaman ini. Kadang ditambahkan cacing tanah pada wadah tanaman yang berisi kerikil ini untuk mempercepat penguraian limbah. Ini adalah metode yang paling sederhana karena tidak memerlukan tambahan komponen filter. Namun dari sisi produktifitas metode ini yang paling rendah jika dibandingkan dengan metode lainnya. Metode ini cocok digunakan sebagai hobi dimana produktifitas bukan menjadi tujuannya.

 

Bagikan :