DIY – Cara Mudah & Murah Membuat Micro Aquaponics System

DIY – Cara Mudah & Murah Membuat Micro Aquaponics System

DIY

Pertanyaan yang sering muncul dari mereka yang ingin memulai berkebun aquaponik adalah bagaimana cara membuat sistem aquaponik dan berapa biayanya? Banyak diantara mereka yang menganggap sistem aquaponik ini perlu keahlian khusus untuk membuatnya dan biayanya pasti mahal. Pada artikel kali ini saya akan berbagi pengetahuan tentang cara membuat sistem aquaponik mikro yang mudah dan murah. Barang-barang yang disebutkan  pada artikel ini adalah barang yang saya temui di rumah dan tak terpakai (gratis). Anda bisa memanfaatkan barang-barang bekas atau tak terpakai lainnya yang ada di rumah. Berikut adalah langkah-langkahnya.


Langkah 1 – Kumpulkan barang-barang yang diperlukan

  • Aquarium kecil, ini bekas peliharaan ikan hias yang sudah tidak dipakai.
  • Wadah plastik kecil, ini bekas litter box kucing  juga sudah tidak dipakai.
  • Botol kemasan plastik kecil bekas multivitamin
  • Botol kemasan plastik besar bekas supplemen Herbal Life
  • Fitting, pipa paralon dan gromet atau uniseal ukuran 1/2″
  • Batu apung
  • Pompa air mini

 

 


Langkah 2 – Memasang Pompa Air mini

Pasang pompa air mini didasar aquarium agar kotoran ikan dapat tersedot keluar. Pompa yang kami gunakan memiliki kaki karet sehingga bisa ditempelkan pada kaca aquarium. Siapkan juga selang keluaran dengan panjang secukupnya.

 

 

 

 


Langkah 3 – Memasang Stand Pipe

 

Pertama buat lubang dibagian dasar wadah plastik menggunakan holesaw sesuai ukuran gromet/ uniseal yang akan dipasang, kemudian pasang gromet atau uniseal, pastikan terpasang dengan sempurna untuk menghindari kebocoran. Terakhir pasang pipa melalui lubang uniseal. Sesuaikan tinggi pipa bagian dalam untuk mengatur ketinggian air. Pada pipa bagian luar pastikan panjang pipa cukup untuk memasang elbow/ knee.

 

 

 


Langkah 4 – Membuat Bell Siphon

 

Bell siphon adalah metode untuk menciptakan sistem pasang-surut. Disini kita akan menggunakan botol bekas kemasan vitamin sebagai bell siphon caranya dengan membuat celah pada bagian ulir sebagai jalan masuknya air.

 

 

 

 

 


Langkah 5 – Membuat Media Guard

Perlu dibuat pembatas agar nantinya media yang kita gunakan tidak menghalangi aliran air yang menuju ke bell siphon. Untuk itu kita gunakan botol kemasan bekas Herbal Life. Potong bagian bawah botol tersebut sesuai ketinggian yang ingin kita buat. Lubangi bagian dinding botol untuk jalur masuk air. Pastikan lubang yang kita buat lebih kecil dari ukuran media agar tidak ada media yang masuk ke siphon.

 


Langkah 6 – Memasang Bell Siphon dan Media Guard

Pasang media guard sehingga posisi stand pipe berada ditengah-tengah. Kemudian masukan bell siphon diantaranya sehingga menutupi stand pipe.

 

 

 

 

 


Langkah 7 – Memasukan Media Tanam / Filter

Masukan media tanam/ filter pada wadah plastik. Tahan media guard saat memasukan media agar posisinya tidak bergeser. Disini kami menggunakan batu apung atau lava rock sebagai medianya karena sifatnya yang berpori, ringan dan harganya relatif murah jika dibandingkan hidroton.

Hingga tahap ini, kita sudah selesai membangun sistim aquaponik mikro.

 

 

 


Langkah 8 – Memasukan Air dan Ikan (Proses Start-Up)

 

Proses start-up adalah proses nitrifikasi yang penjelasannya dapat dibaca disini.

Masukan air hingga tingginya sekitar 5 cm dari tinggi aquarium. Kemudian masukan ikan dan nyalakan pompa. Biarkan beberapa hari atau minggu hingga proses nitrifikasi berjalan dengan baik. Beri makan ikan secukupnya setiap hari. Pastikan makanan yang diberikan habis dalam 15 menit. Jika ada yang tersisa ambil dan buang.

 

 


Demikian cara membuat sistim aquaponik mikro yang mudah dan murah. Temukan tips & trik lainnya pada halaman blog kami. Jika anda mencari kebutuhan aquaponik silahkan kunjungi toko online kami.

Selamat mencoba

Bagikan :
DIY – Cara Membuat Dutch Bucket System (DBS)

DIY – Cara Membuat Dutch Bucket System (DBS)

DIY

Sistem aquaponik dan hidroponik bukan hanya dapat menanam tanaman jenis sayuran daun seperti kangkung, bayam, selada dan sejenisnya, tapi juga dapat untuk menanam tanaman yang lebih besar seperti cabe, tomat, timun dan tanaman-tanaman besar lainnya. Namun untuk menanam jenis tanaman ini diperlukan suatu sistem yang dapat menopang tanaman tersebut sehingga tidak akan roboh.

Dutch Bucket System – DBS adalah salah satu model dalam sistem aquaponik dan hidroponik yang dapat diaplikasikan untuk jenis tanaman besar. Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan cara membuatnya.


Langkah 1 – Siapkan Bahan

 

 

 


 

Langkah 2 – Buat Lubang

Buatlah lubang di salah satu dinding ember bagian bawah dengan jarak sekitar 7 cm dari dasar ember.

Gunakan holesaw untuk membuat lubang yang rapih. Pastikan ukuran holesaw yang digunakan sesuai dengan ukuran sock drat atau uniseal yang akan dipasang.

 

 

 

 

 


Langkah 3 – Pasang Sock Drat / Uniseal

Pasang sock drat pada lubang yang tadi telah dibuat, tempatkan knee drat dalam berada di sisi dalam ember dan knee drat luar tempatkan di sisi luar. Gunakan seal karet pada kedua sisi untuk menghindari kebocoran.sambungkan pipa PVC pada sisi luar sesuai kebutuhan dan pada ujung lainnya pasang knee/ elbow atau Tee sesuai konfigurasi yang akan dibuat.

Jika menggunakan uniseal, pastikan telah terpasang dengan sempurna. Masukan pipa PVC melalui lubang uniseal dan pasang knee/ elbow sesuai ukuran pipa PVC pada bagian dalam ember dan pasang knee/ elbow atau Tee sesuai konfigurasi yang akan dibuat.

 

 

 

 

 


Langkah 4 – Masukan Media Tanam

Langkah selanjutnya masukan media tanam pada dutch bucket/ ember. Untuk hasil terbaik, gunakan media tanam yang memenuhi kriteria-kriteria seperti yang disebutkan disini. Salah satu media yang direkomendasikan adalah batu apung.

 

 

 

 

 


Langkah 5 – Pasang pada Sistem Aquaponik

Dutch bucket yang telah dibuat kini siap dipasang pada sistem aquaponik. Hubungkan dengan jalur masukan (supply) dan jalur keluaran (return).

Jalur masukan bisa menggunakan pipa PVC atau selang HDPE ukuran 16 mm. Dan untuk pembagian ke masing-masing dutch bucket bisa menggunakan selang HDPE 5 mm atau 7 mm dengan menancapkan  nepel micro tee. 

 


Demikian cara membuat Dutch Bucket System semoga bermanfaat.

Anda juga dapat memesan Dutch Bucket siap pakai melalui kami, silahkan kirimkan pesan melalui WA ke 08129915599.

 

Selamat mencoba

Bagikan :
DIY – Cara membuat Gully NFT

DIY – Cara membuat Gully NFT

DIY

NFT atau Nutrient Film Technique adalah suatu metode dalam hidroponik maupun aquaponik yang menggunakan saluran air  seperti pipa atau talang air. Air akan di suplai pada satu ujung dan mengalir dalam saluran membentuk lapisan tipis air dan kemudian akan keluar pada sisi ujung lainnya. Aliran air yang tipis inilah yang akan menyuplai nutrisi ke akar tanaman.

Berikut ini cara membuat gully aquaponik dengan menggunakan talang air.

Bagikan :
DIY – Sistem Filter

DIY – Sistem Filter

DIY

Pada artikel terdahulu telah dibahas komponen aquaponik yang pertama harus dibangun yaitu fish tank dan juga SLO sebagai sistem plumbingnya. Pada artikel kali ini kita akan membahas sistem filter yang merupakan komponen penting dalam sistem aquaponik.

 

Fungsi Filter Dalam Sistem Aquaponik

Banyak orang mengatakan bahwa jantung dari sistem aquaponik adalah pada sistem filter. Dimana kotoran padat yang berasal dari kotoran ikan, sisa makanan atau lumut (algae) yang ada dalam air akan di saring untuk kemudian dibuang sehingga air terjaga kejernihannya. Selain itu proses nitrifikasi yang merubah kandungan amonia dirubah menjadi nitrit dan kemudian nitrat juga terjadi di sistem filter ini.
 
Ada 3 kategori untuk sistem filter yaitu mekanis, biologis dan kimia. Umumnya yang banyak digunakan oleh praktisi aquaponik hanya mekanis dan biologis. Secara singkat, filter mekanis berfungsi untuk menyaring kotoran padat yaitu dengan mengalirkan air melalui media sehingga kotoran padat tersebut akan terperangkap disana. Sementara filter biologis berfungsi untuk merubah kandungan amonia menjadi nitrit dan nitrat dengan bantuan bakteri-bakteri pengurai. Filter biologis sesungguhnya membangun “rumah” yang sehat bagi bakteri-bakteri tersebut agar mereka dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik sehingga proses nitrifikasi dapat berjalan sesuai harapan.
 
Pada artikel kali ini akan dibahas bagaimana cara membuat sistem filter mekanis dan biologis menggunakan ember plastik 25 Kg. Berikut ini langkah-langlahnya :

FILTER MEKANIS – Radial Flow Filter (RFF)

Filter mekanis seringkali dibuat beberapa tahap agar hasilnya efektif dan mudah dalam perawatan. Salah satu jenis filter mekanis yang sering digunakan oleh pelaku aquaponik sebagai tahap awal adalah Radial Flow Filter (RFF). Pada filter ini kotoran padat diendapkan didasar filter dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Berikut ini langkah-langkah pembuatan RFF.

Langkah 1 – Persiapkan Bahan

– Ember Plastik
– Pipa PVC (sesuai keinginan)
– Uniseal (sesuaikan dengan ukuran pipa yang akan digunakan)
– Check Valve (sesuai ukuran pipa yang digunakan)
 
 
 
 
 
 
 

Langkah 2 – Buat Lubang

      

Buat lubang untuk outlet, inlet dan drain pada posisinya yang diinginkan. Besarnya lubang sesuaikan dengan ukuran pipa yang akan digunakan. Kemudian pasang uniseal dan pipa PVC.


Langkah 3 – Setting Pipa & Check Valve

    
 
Setting pipa PVC pada bagian dalam ember. Arahkan pipa ke atas dengan menggunakan sambungan knee. Ketinggian pipa disesuaikan dengan ketinggian air yang diinginkan. Pasang check valve pada pipa pembuangan di bagian luar ember. 

Langkah 4 – Setting Pipa Pembatas

      
 
Buat pipa pembatas menggunakan pipa ukuran besar (disini digunakan pipa 5 Inch) potong pipa sesuai kebutuhan. Buat gantungan untuk menopang pipa.
Buat lubang sesuai ukuran pipa tersebut pada tutup ember.
Tempatkan pipa tepat di tengah  jalur pipa inlet.
 
Pembuatan Radial Flow Filter selesai.

FILTER MEKANIS 
Air yang telah di filter pada RFF tidak sepenuhnya bersih, untuk itu perlu dibuat filter tambahan untuk memastikan air benar-benar bersih. Pada filter ini digunakan media filter untuk “menangkap”  kotoran-kotoran yang masih tersisa. Berikut ini adalah langkah-langkah pembuatannya.
 
Ulangi Langkah 1 sampai Langkah 3 diatas.

Langkah 3 – Setting Pipa & Check Valve

Pengaturan pipa pada filter ini sedikit berbeda dengan RFF, dimana pada jalur inlet pipa diarahkan ke dasar atau ke samping dengan menggunakan sambungan knee, sementara pada jalur outlet pipa tetap diarahkan ke atas dengan ketinggian sesuai yang diinginkan.
 
 
 
 
 
 
 

Langkah 4 – Masukan Media Filter

Agar filter mekanis ini dapat berfungsi dengan baik maka perlu ditambahkan media filter. Banyak media yang dapat digunakan sebagai filter diantaranya japmat, bio blox, brush filter dan beberapa jenis batuan/ pasir. Pada gambar ini media filter yang digunakan adalah jaring ikan.
 
 
  
 
 
 
 
 

Langkah 5 – Sambungkan RFF dengan Filter Mekanis

 
Pada foto ini terlihat bagaimana menghubungkan RFF (kiri) dengan filter mekanis (kanan).
 
 
 
 
 
 
 

FILTER BIOLOGI

Cara membuat Filter Biologi (FB) sama persis dengan membuat Filter Mekanis. Yang membedakan adalah media yang digunakan. Pada filter biologis media yang banyak digunakan adalah kaldness, Bio-ball, batu apung, potongan sedotan, tutup botol, dll. Selain itu pada filter biologi perlu ditambahkan oksigen (aerasi) dengan menggunakan air stone yang dihubungkan ke pompa udara (aerator).

 

 

 


SUSUNAN LENGKAP FISH TANK & SISTEM FILTER
     
 
 
 
 
 
 
 
 
Pada gambar diatas ini diperlihatkan bagaimana koneksi antara fish tank dan sistem filter.
Outlet dari fish tank dihubungkan ke pipa inlet RFF, kemudian berturut-turut dari RFF dihubungkan ke FM dan ke FB.
Anda dapat menempatkan pompa pada filter biologi atau bisa menambahkan sump tank sebagai tempat penampungan terakhir dan menempatkan pompa disana.

Demikian Cara membuat sistem filter untuk sistem aquaponik. Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu anda untuk mulai membangun sistem aquaponik.
 
Selamat membangun sistem aquaponik 
 
Untuk anda yang membutuhkan sistem filter siap pakai bisa hubungi kami di 0812-991-5599
 
 
 
Bagikan :