Tidak mudah menemukan design sistem aquaponik yang tepat untuk direalisasikan, terutama untuk pemula tanpa adanya panduan.

perencanaan yang cermat sangat penting untuk menciptakan sistem aquaponik berjangka panjang yang efektif dan sukses. Untuk membantu para pemula, berikut adalah 5 tips paling berguna untuk merancang sistem aquaponik.

 

1. Pilihlah Model Rancangan Media-Based

Ada tiga model berbeda yang biasa digunakan pada sistem aquaponik, yaitu Floating Raft (DWC), NFT (Nutrient Film Technique) dan Media-Based. Dua yang pertama adalah teknik yang dipinjam dari hidroponik dan sedikit lebih mahal dan canggih.

Untuk pemula sangat disarankan untuk memilih rancangan sistem aquaponik media-based. Berikut adalah alasannya :

Lebih mudah untuk belajar dan mengerti prosesnya.

Lebih murah karena hanya menggunakan sedikit barang. Media-bed melakukan tiga fungsi filtering yaitu mechanical (menyaring padatan), mineralization (menguraikan padatan) dan bio-filter. Ini adalah model all-in-one karena media bed juga digunakan sebagai wadah untuk menanam. Model ini meniru model bertanam tradisional yang menggunakan tanah, yang dapat menopang tanaman dengan baik.


2. Gunakan Model Rancangan Pasang-Surut

aquaponics system designDari semua rancangan layout sistem aquaponik media-based, sistem pasang-surut adalah rancangan yang paling sederhana dan paling banyak digunakan oleh para pelaku home aquaponics.

Keuntungan utama sistim ini adalah :

  • Mudah dibuat dan dipahami.
  • Tidak membutuhkan banyak ruang.
  • Paling sesuai untuk perbandingan 1:1 antara volume tanki ikan dan wadah tanaman.
  • Sangat fleksibel dan memungkinkan untuk di kustomisasi
  • Mudah dalam perawatan.

3. Pastikan Grow Bed (Wadah Tanaman) Sudah Tepat

Salah satu komponen paling penting pada rancangan sistem aquaponik adalah area dimana tanaman akan ditanam, sehingga harus diketahui bagaimana memilih Grow bed aquaponik yang tepat.

Hal ini tidak semudah kita mengambil wadah plastik, mengisinya dengan media tanam dan kemudian menanamnya dengan benih. Harus dipastikan bahwa ukurannya sudah sesuai untuk membesarkan tanaman, material yang digunakan tidak berdampak buruk terhadap sistem, dan cukup kuat untuk menahan beban dari media tanam, tanaman dan aliran air.


4. Pilih Lokasi Ideal

Penempatan sistim aquaponik mengacu kepada iklim di wilayah tersebut dan juga seberapa besar lahan yang tersedia. Untuk wilayah seperti Indonesia yang beriklim tropis yang mendapat paparan matahari sepanjang hari, sangat cocok untuk menempatkan saquaponics system designistem aquaponik pada halaman depan atau belakang rumah. Pilihlah lokasi yang paling lama mendapatkan paparan sinar matahari. Tapi saat datangnya musim penghujan ini akan menjadi kendala. Namun hal ini dapat diatasi dengan membangun green house. Fungsi green house ini juga dapat mencegah masuknya binatang dan serangga yang akan merusak tanaman.

 


5. Gunakan Sistem Aquaponik Siap Pakai

Ada beberapa panduan di media onlie yang mengajarkan cara membangun sistem aquaponik.

Namun bagaimanapun sederhananya panduan itu dibuat, ada beberapa orang yang memilih untuk tidak melakukannya sendiri, baik dikarenakan pekerjaan itu dirasakan dapat membahayakan dirinya, mereka tidak memiliki waktu untuk membuatnya atau mereka takut melakukan kesalahan.

Hal ini sangat bisa dipahami. Dan jika anda termasuk didalamnya maka disarankan untuk membeli sistem aquaponik siap pakai. Mungkin ini akan lebih mahal, tapi akan sangat membantu membangun sistem aquaponik yang efisien dan lebih cepat dijalankan. Jika anda membutuhkan sistem aquaponik siap pakai silahkan hubungi kami.

Bagikan :